Jumat, 01 Maret 2019

author photo
User smartwatch di Indonesia mungkin tak sebanyak user smartphone, tetapi bukan berarti tren smartwatch di Indonesia tak menarik untuk diikuti. Baru-baru ini, Proceza Indonesia (salah satu pelopor shopping search engine di Indonesia) merilis data yang cukup menarik mengenai tren perkembangan smartwatch di tanah air kita ini yaitu Indonesia.
smartwatch jogja


Kehadiran jam tangan pintar mempunyai dampak terhadap produk wearable lain, seperti fitness tracker. Pastinya karena fungsi yang ada pada fitness tracker juga dapat ditemukan pada smartwatch.

CCS Insight menyebutkan bahwa penjualan fitnes tracker turun sebesar 23% pada tahun 2017. Hal tersebut berbanding terbalik dengan penjualan smartwatch yang meroket di periode yang sama.

Statista mencatat bahwa penjualan smartwatch nyaris selalu mencapai dua kali lipat setiap tahunnya sejak 2014.

Pastinya tren tersebut juga terjadi di Indonesia. Mari kita lihat data apa yang didapatkan oleh Priceza Indonesia.

Kita mulai dari tahun 2017

Di tahun tersebut, belum ada merek yang menonjol. Pencarian dengan kategori merek “Lain-lain” masih mendominasi dengan angka 78%. Untuk beberapa produk populer seperti Apple mempunyai kontribusi pencarian sebesar 9.6%, Samsung 4,2% dan Sony 1,8%.

Dapat dibilang, pada tahun tersebut, orang-orang Indonesia masih bingung dengan fungsi dan manfaat dari sebuah smartwatch.

Tren smartwatch 2019

Perubahan drastis terjadi di tahun 2019. Enam bulan pertama, muali terlihat beberapa merek yang menunjukkan dominasinya. Xiaomi merupakan yang terpopuler dengan pencarian hingga 30,6%, disusul Samsung (13,3%) dan Apple (10,9%).

Perubahan tersebut mengilustrasikan bahwa konsumen di Indonesia sudah mempunyai pandangan mengenai fungsi dan apa yang sebenarnya mereka cari pada sebuah smartwatch.

Data tersebut juga mengungkap bahwa di tahun 2017 hanya ada 1 dari 5 orang yang mengetahui tentang merek yang mereka cari, di pertengahan tahun 2018, data tersebut berubah menjadi 3 dari 5.

Desain favorit

Xiaomi pastinya menjadi merek paling favorit dengan produk Mi Band 2 nya. Di tahun 2017, Mi Band berada dipuncak daftar pencarian dengan angka 17,4% dan semakin melejit di tahun 2018 dengan angka 34,2%.

Sedangkan untuk merek lain, Samsung Galaxy Gear memperoleh angka 13,2%, Apple Watch Series dengan angka 7,7% dan disusul model dari Garmin dengan kontribusi pencarian sekitar 1-4%.

Keberhasilan Mi Band 2 menempati puncak pencarian pastinya karena harga yang dipatok sangat murah dibandingkan dengan merek lain.

Kesimpulan

Dibandingkan dengan smartphone, industri smartwatch belum semenarik ponsel pintar. Salah satu faktor penyebabnya pastinya harga yang dianggap terlalu mahal.

Menurut produsen smartwatch, mahalnya harga yang dibanderol dikarenakan banyaknya fitur dan teknologi yang ditawarkan. Akan tetapi, tak jarang user merasa bahwa fitur yang ditawarkan pada smartwatch cenderung berlebihan.

Oleh karenanya, produk-produk seperti Mi Band 2 mampu memikat hati user. Dengan fitur normal, harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau banyak konsumen di Indonesia.

Nah, apa merek smartwatch yang kalian pakai di saat ini?

Referensi: DomaiNesia

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post